Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the acf domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/k2237428/dev.paramadina-pusad.or.id/wp-includes/functions.php on line 6131

Notice: Fungsi _load_textdomain_just_in_time ditulis secara tidak benar. Pemuatan terjemahan untuk domain bridge dipicu terlalu dini. Ini biasanya merupakan indikator bahwa ada beberapa kode di plugin atau tema yang dieksekusi terlalu dini. Terjemahan harus dimuat pada tindakan init atau setelahnya. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.7.0.) in /home/k2237428/dev.paramadina-pusad.or.id/wp-includes/functions.php on line 6131
PUSAD Paramadina |
 

Kolom

Sejarah Panjang Jilbab dan Kuasa atas Tubuh Perempuan Jilbab memiliki sejarah panjang, termasuk bagiku. “Ia (perempuan) tidak wajib patuh kepada siapa pun, siapapun juga, kecuali terhadap suara batinnya, hatinya.” ~RA Kartini~ Seabad lebih yang lalu,  RA Kartini memprotes tradisi dan kekuasaan mengatur tubuh perempuan. Menurutnya, keduanya telah...

Bagaimana Gerakan #SalingJaga di Jawa Timur menggunakan kekuatan kolaborasi lintas Iman untuk membantu para korban pandemi? Jika tidak ada virus Covid-19 barangkali Cahyono sudah bisa membelikan sepatu buat anaknya ketika masuk sekolah. Tapi, bagaimana bisa membeli sepatu baru, untuk makan sehari-hari saja ia harus memutar otak...

Pengantar buku Sains Religius, Agama Saintifik Ditulis oleh: Ihsan Ali-Fauzi   Saya kurang bergairah mengikuti polemik terkait sains dan agama yang berkembang akhir-akhir ini, sekalipun ini sebenarnya tema penting untuk kerja-kerja saya. Dua alasannya perlu saya kemukakan agak detail di sini. Pertama, dari beberapa sumbangan yang sempat saya baca,...

Nawacita 2014-2019, Jokowi menjanjikan peduli isu-isu diskriminasi. Nyatanya, di bawah kepemimpinannya diskriminasi berdasarkan agama dan keyakinan meningkat. Mengapa? Ibarat kenaikan kelas, ponten rapot rezim Joko Widodo dalam hal kebebasan beragama selama periode pertama rata-rata merah. Pada Nawacita 2014-2019, Jokowi menjanjikan akan menaruh perhatian...

Sebagian akademisi, feminis, dan aktivis percaya bahwa mengatasi minimnya representasi perempuan baik di parlemen ataupun di partai politik adalah kunci untuk memajukan kepentingan perempuan di Indonesia. Selama lebih dari satu dekade, Indonesia telah menerapkan aturan kuota gender yang mengharuskan partai-partai politik mengajukan minimal 30% kandidat...

KABAR Djohan Effendi wafat di Geelong, Australia, tempat dia terakhir menetap, sebenarnya tak terlalu mengejutkan. Sudah lama kami, saya dan beberapa kawan yang mengaku murid "Pak Djohan", tahu dia sakit. Seingat saya, di tengah sakit itulah dia menyelesaikan Pesan-pesan Al-Quran (2012), karyanya yang terakhir. Tapi...

“Seorang sejarawan berkata: klaim mau “meluruskan sejarah” itu pongah. Masa lalu tak pernah diketahui lengkap dan selalu ditafsirkan.” ~Goenawan Mohamad~ Bisakah kita meluruskan sejarah yang bengkok? Bisakah sejarah lurus atau bengkok? Siapa yang menentukan ini kisah yang lurus dan itu kisah yang bengkok? Pertanyaan ini mengemuka kembali setelah...

Apakah mungkin kelompok intoleran semacam Front Pembela Islam (FPI) bisa menjaga kebhinnekaan/kebinekaan? Pertanyaan ini muncul setelah Anies Baswedan, gubernur terpilih DKI Jakarta, menantang FPI untuk menjaga kebhinnekaan. “Saya tegaskan semua, apa yang pernah saya sampaikan bahwa ke depan FPI harus bisa buktikan sebagai salah satu...

Tahun 1995 silam, ketika generasi millenial masih belia, Cak Nur menulis sejumlah esai yang tertuang dalam buku Islam Agama Kemanusiaan: Membangun Tradisi dan Visi Baru Islam Indonesia. Buku ini refleksi Cak Nur dalam mencari titik temu masyarakat Indonesia yang majemuk dan berkelindan terus-menerus dengan masalah kemanusiaan,...

Salah satu barongsai berupaya mengambil “angpao” yang diikatkan pada bambu di halaman Klenteng Kwan Kong, Manado, Sulawesi Utara, Jumat (10/2). Pertunjukan kesenian tradisional etnis Tionghoa tersebut menjadi daya tarik bagi masyarakat Manado pada malam menjelang perayaan Cap Go Meh. ANTARA FOTO/Adwit B Pramono/kye/17. “Jangan ragu mengaku...