Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the acf domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/k2237428/dev.paramadina-pusad.or.id/wp-includes/functions.php on line 6131

Notice: Fungsi _load_textdomain_just_in_time ditulis secara tidak benar. Pemuatan terjemahan untuk domain bridge dipicu terlalu dini. Ini biasanya merupakan indikator bahwa ada beberapa kode di plugin atau tema yang dieksekusi terlalu dini. Terjemahan harus dimuat pada tindakan init atau setelahnya. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.7.0.) in /home/k2237428/dev.paramadina-pusad.or.id/wp-includes/functions.php on line 6131
PUSAD Paramadina |
 

Author: PUSAD Paramadina

Pusat Studi Agama dan Demokrasi (PUSAD) Paramadina, bekerja sama dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Tasikmalaya, dan Lembaga Kajian Komunikasi dan Pemberdayaan Sosial (LK Kompas) menggelar “Lokalatih Mediasi Konflik Keagamaan” di Tasikmalaya. Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan pada 18-20 September 2020 di kawasan Pantai Pangandaran. Direktur...

Waspadai Rumor dan Kekerasan Jelang Pilkada Rumor yang mengakibatkan kekerasan pada masa pemilihan kepala daerah terkait erat dengan konflik di masyarakat di masa lalu. Pernyataan ini disampaikan Irsyad Rafsadie, peneliti senior PUSAD Paramadina, dalam diskusi bertajuk “Rumor, Mobilisasi, dan Kekerasan Pilkada” pada Rabu, 29 Juli 2020....

Pengantar buku Sains Religius, Agama Saintifik Ditulis oleh: Ihsan Ali-Fauzi   Saya kurang bergairah mengikuti polemik terkait sains dan agama yang berkembang akhir-akhir ini, sekalipun ini sebenarnya tema penting untuk kerja-kerja saya. Dua alasannya perlu saya kemukakan agak detail di sini. Pertama, dari beberapa sumbangan yang sempat saya baca,...

Para penghayat kepercayaan atau penganut agama leluhur di Indonesia memperoleh perlakuan diskriminatif akibat pengelompokan agama atau kepercayaan. Pengelompokan tersebut pada gilirannya memungkinkan dominasi satu kelompok atas kelompok lainnya yang terwujud dalam kebijakan diskriminatif terkait agama. Demikian pandangan Samsul Maarif, direktur Center for Religious and Cross-cultural...

Rencana pelibatan TNI dalam mengelola kerukunan, seperti disebutkan Juru bicara Kemenag, harus ditimbang lagi masak-masak. Ini mengkhianati semangat Reformasi yang mendorong agar berbagai masalah terkait kerukunan diatasi masyarakat (dengan difasilitasi pemerintah) melalui musyawarah. Pelibatan TNI akan membawa kita kembali ke zaman Orde Baru, ketika aneka...

oleh. Husni Mubarok Sebuah artikel ilmiah baru melaporkan bahwa pengikut Nahdlatul Ulama (NU), organisasi Islam terbesar di Indonesia, memiliki tingkat intoleransi yang sama dengan umat Muslim Indonesia pada umumnya, dan dalam beberapa hal bahkan lebih intoleran. Artikel tersebut ditulis oleh Marcus Mietzner, pengajar ilmu politik di Australian National University, dan...

Sejauhmana Pandemi Covid-19 telah membentuk kesadaran baru tentang persaudaraan dan kemanusiaan yang melampaui sekat-sekat suku, ras, etnis, bahasa, dan agama? Seberapa kuat solidaritas kemanusiaan tersebut dihadapan bayang-bayang polarisasi dan kebijakan pemerintah yang tidak menentu? Bagaimana agar persaudaraan kemanusiaan bertahan pasca Pandemi Civid-19? KawanMuda, jangan lupa subscribe,...

Setelah hampir lima bulan berlalu, pemerintah telah menyiapkan skenario baru dalam menghadapi Covid-19. Pemerintah Indonesia akan menerapkan tatanan normal baru (new normal), tujuannya adalah agar geliat ekonomi sektor riil dapat berangsur pulih. Kendati begitu, kondisi sekarang tidak memungkinkan untuk penerapannya, terlebih transmisi Covid-19 semakin meningkat....

Pemuka agama memiliki modal sosial yang kuat untuk terlibat mengatasi musibah Covid-19, karena mereka memiliki legitimasi, jaringan kelembagaan, dan pengaruh di masyarakat. Peran strategis mereka terutama diharapkan dalam membangun ketahanan komunitas dan menumbuhkan kesadaran tentang kesehatan. Hal tersebut dibahas dalam diskusi bertema “Solidaritas di Tengah...

Pandemi Covid-19 tidak hanya mengancam kesehatan masyarakat, tetapi juga berdampak pada tatanan sosial yang tak jarang menimbulkan masalah terkait kerukunan dan solidaritas masyarakat. Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Agama merespon situasi ini dengan menerbitkan Surat Edaran tentang pelibatan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dalam penanganan...

Dalam rangka memperkuat kerukunan dan solidaritas di tengah Covid-19 dan mensosialisasikan kebijakan Kementrian Dalam Negeri dan Kementrian Agama kepada pemerintahan kota terkait Covid-19, Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) dan Pusad Studi Agama dan Demokrasi (PUSAD) Paramadina mengadakan Seminar “Memperkuat Kerukunan dan Solidaritas di Tengah...

Pandemi COVID-19 tidak hanya mengancam kesehatan, namun juga mengakibatkan dampak sosial yang membuat gesekan antar kelompok di masyarakat yang bisa mengancam kerukunan. Namun di sisi lain, pandemi COVID-19 juga menjadi momentum untuk memperkokoh kerukunan. Di berbagai daerah, berbagai kelompok masyarakat saling bahu membahu membantu kelompok...

Menindaklanjuti Surat Edaran Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tentang Pembentukan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan perannya di masa pandemi Covid-19, Lembaga Advokasi dan Pendidikan Rakyat (LAPAR) Sulawesi Selatan menyelenggarakan diskusi bersama FKUB Provinsi Sulawesi Selatan, FKUB Kota Makassar, dan beberapa organisasi masyarakat (Ormas) yang ada...