Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the acf domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/k2237428/dev.paramadina-pusad.or.id/wp-includes/functions.php on line 6131

Notice: Fungsi _load_textdomain_just_in_time ditulis secara tidak benar. Pemuatan terjemahan untuk domain bridge dipicu terlalu dini. Ini biasanya merupakan indikator bahwa ada beberapa kode di plugin atau tema yang dieksekusi terlalu dini. Terjemahan harus dimuat pada tindakan init atau setelahnya. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.7.0.) in /home/k2237428/dev.paramadina-pusad.or.id/wp-includes/functions.php on line 6131
PUSAD Paramadina |
 

Author: PUSAD Paramadina

GERAKAN KEBEBASAN SIPIL Studi dan Advokasi Kritis atas Perda Syari’ah Editor: Ihsan Ali-Fauzi & Saiful Mujani Buku ini mencoba memotret sebuah proses pendalaman demokrasi dan penghormatan terhadap hak-hak asasi yang terjadi di tanah air kita. Terekam disini suatu dinamika dimana perda-perda bernuansa syari’ah yang dianggap mengancam kebebasan sipil...

Di prospektus Yayasan Paramadina, ada foto Nurcholish Madjid (Cak Nur/almarhum) dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berdampingan. Foto itu diambil pada 2004 ketika mereka meluncurkan Indonesia Kita, buku Cak Nur terakhir, terbitan Gramedia. Waktu itu Presiden SBY berjanji akan menjalankan 10 agenda reformasi yang dikemukakan Cak Nur dalam buku itu.

Buku-buku ajar pendidikan agama Islam yang digunakan di sekolah banyak mengandung informasi yang bias. Perempuan masih dipandang secara stereotipikal dan perannya ditempatkan di ranah domestik. Sementara laki-laki mendominasi materi dan informasi terkait ranah publik. Padahal, buku-buku ajar pendidikan agama Islam menjadi sumber pengetahuan dan...

Demokrasi Indonesia di mata sejumlah pakar. Buku ini berisi perdebatan intelektual di ranah politik yang selama sepuluh tahun terakhir jarang kita dapati.
KETIKA politik jatuh menjadi semata-mata persaingan rutin mengejar kuasa dengan berbagai cara, demokrasi jadi nasib buruk yang tak dapat ditampik. Ulah para anggota DPR yang korup, politikus yang hanya berkhidmat kursi, dan partai-partai yang terlampau egoistis mengejar kepentingannya membuat harapan pada demokrasi jadi retak.

Diskusi tentang warisan pemikiran Islam seringkali bercorak retoris (apakah warisan itu sudah diakui dunia atau belum?), triumfalis-apologetis (lihat, bukankah Islam yang menawarkan lebih dulu, sejak sekian abad lalu?), dan eksklusif-defensif (karena sudah ada dalam tradisi sendiri, apa perlunya kita belajar dari model atau kelompok lain?)....

I. 17 Oktober 1953: di pagi hari itu, sekitar 5000 orang muncul di jalanan Jakarta. Pada pukul 8, mereka sudah berhimpun di luar gedung Dewan Perwakilan Rakyat. Tak jelas siapa yang memimpin dan organisasi apa yang mengerahkan mereka, tapi yang mereka tuntut diutarakan dengan tegas: “Bubarkan Parlemen”. Kata sebuah poster, “Parlemen untuk Demokrasi, bukan Demokrasi untuk Parlemen”.

Media sudah banyak memberitakan peristi­wa yang terjadi pada 1Juni 2008. Di hari itu, Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) bermaksud memperingati Hari Lahirnya Pancasila. Pesan yang disampaikan adalah perlunya memelihara kebebasan beragama dan berkeyakinan, dengan semboyan “Satu Indonesia untuk Semua”. Akan tetapi, Front Pembela...

Abstraksi: Menyusul tumbangnya rezim Orde Baru pada 1998, Indonesia menyaksikan munculnya kelompok-kelompok paramiliter yang terlibat dalam berbagai tindakan kekerasan. Dan salah satunya yang fenomenal adalah Barisan Ansor Serbaguna (Banser), sebuah organisasi paramiliter di bawah payung Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor), sayap pemuda Nahdlatul Ulama (NU)....

Ihsan Ali-Fauzi Mei ini Keluarga Besar Yayasan Paramadina memperingati 1.000 hari wafatnya Nurcholish Madjid (Cak Nur), tokoh pembaruan Islam di Indonesia. Bagaimana sebaiknya menaksir gagasan dan gerbong pembaruan yang ditariknya? Mengapa pesan besar yang ia sampaikan kedodoran belakangan ini? Seraya meminjam dari sosiolog Robert Wuthnow, saya ingin...