Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the acf domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/k2237428/dev.paramadina-pusad.or.id/wp-includes/functions.php on line 6131

Notice: Fungsi _load_textdomain_just_in_time ditulis secara tidak benar. Pemuatan terjemahan untuk domain bridge dipicu terlalu dini. Ini biasanya merupakan indikator bahwa ada beberapa kode di plugin atau tema yang dieksekusi terlalu dini. Terjemahan harus dimuat pada tindakan init atau setelahnya. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.7.0.) in /home/k2237428/dev.paramadina-pusad.or.id/wp-includes/functions.php on line 6131
PUSAD Paramadina |
 

Uncategorized

Improving peaceful coexistence between majority and minority religious groups in contemporary Indonesia remains an uphill challenge for the country’s commitment to religious freedom. The role of the state is crucial in nurturing this relationship. The ongoing obstruction of the establishment of the GKI Yasmin Church in...

"Encounter", ABC Radio, Australia Sunday, 22 May 2011 The pulsing, talkative pluralism of Indonesia must deal with a difficult strain of intolerance for minority religious beliefs and practices. There's some dangerous and challenging ground here, for majority and minorities, and a government that shows a deal of...

Buku-buku ajar pendidikan agama Islam yang digunakan di sekolah banyak mengandung informasi yang bias. Perempuan masih dipandang secara stereotipikal dan perannya ditempatkan di ranah domestik. Sementara laki-laki mendominasi materi dan informasi terkait ranah publik. Padahal, buku-buku ajar pendidikan agama Islam menjadi sumber pengetahuan dan...

Artikel ini mencoba mengemukakan pembahasan tentang gagasan dan pemikiran Mohammad Hatta, wakil Presiden pertama RI, yang oleh sebagian kalangan -dalam hal ini penulis mencontohkan media Suara Hidayatullah-dianggap sebagai seorang nasionalis sekuler. Hatta, dalam hal ini dianggap telah "mengkhianati" dan "menyakiti" ummat Islam karena turut mendorong...