Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the acf domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/k2237428/dev.paramadina-pusad.or.id/wp-includes/functions.php on line 6131

Notice: Fungsi _load_textdomain_just_in_time ditulis secara tidak benar. Pemuatan terjemahan untuk domain bridge dipicu terlalu dini. Ini biasanya merupakan indikator bahwa ada beberapa kode di plugin atau tema yang dieksekusi terlalu dini. Terjemahan harus dimuat pada tindakan init atau setelahnya. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.7.0.) in /home/k2237428/dev.paramadina-pusad.or.id/wp-includes/functions.php on line 6131
PUSAD Paramadina | Ma’arif: Umat Islam Perlu Terbuka Terhadap Perbedaan Kelompok
 

Ma’arif: Umat Islam Perlu Terbuka Terhadap Perbedaan Kelompok

Ma’arif: Umat Islam Perlu Terbuka Terhadap Perbedaan Kelompok

YOGYAKARTA–Sejak sebelas tahun terakhir ini di Indonesia muncul gerakan radikal atau setengah radikal yang berbaju Islam yang antidemokrasi dan antipluralisme. Di antaranya Majelis Mujahidin Indonesia, Front Pembela Islam, dan Hizbut Tahrir Indonesia.

”Mereka hanya bergaul dengan kelompoknya sendiri. Padahal kalau pergaulan hanya dengan kelompoknya sendiri, itu itu saja mengerdilkan kemanusiaan,”ujar mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Syafi’i Ma’arif dalam diskusi buku karyanya ‘Politik Identitas dan Masa Depan Pluralisme Kita’, di Kantor PP Muhammadiyah yang diselenggarakan Lembaga Studi Islam dan Politik yang diselenggarakan menyambut Muktamar Satu Abad Muhammadiyah, Kamis (1/7).

Karena itu, kata Syafi’i, umat Islam perlu lebih terbuka terhadap perbedaan-perbedaan yang terdapat di kelompok-kelompok lain. Keterbukaan akan terbentuk dari pergaulan dengan berbagai kelompok lain. Oleh sebab itu, generasi muda Islam perlu didorong menjalin pergaulan seluas-luasnya.

Anak-anak muda, kata Syafi’i, jangan hanya bergelut di organisasinya sendiri, tapi harus bergaul dengan berbagai kelompok lain. Dengan pergaulan yang luas, umat Islam diharap dapat lebih menghargai dan menghormati kebenaran yang diyakini oleh kelompok lain serta memberi kesempatan pada kelompok lain untuk meyakini kebenaran yang dipercayainya.

Hadir pula dalam diskusi Direktur Program Paramadina Ihsan Ali Fauzi, Direktur Program Studi Pascasarjana S3 Bidang Agama dan Lintas Budaya (CRCS) Universitas Gadjah Mada Zainal Abidin Bagir, dan Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Zully Qodir.

Zainal Abidin Bagir mengatakan sebagai negara pluralis, Indonesia perlu memberikan perlindungan serta pengakuan seluas-luasnya terhadap kelompok-kelompok yang berbeda di masyarakat. Untuk itu, negara seharusnya bertindak tegas terhadap pelaku kekerasan yang mengatasnamakan agama.

Sumber: Republika

PUSAD Paramadina
admin@paramadina-pusad.or.id