Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the acf domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/k2237428/dev.paramadina-pusad.or.id/wp-includes/functions.php on line 6131
Notice: Fungsi _load_textdomain_just_in_time ditulis secara tidak benar. Pemuatan terjemahan untuk domain bridge dipicu terlalu dini. Ini biasanya merupakan indikator bahwa ada beberapa kode di plugin atau tema yang dieksekusi terlalu dini. Terjemahan harus dimuat pada tindakan init atau setelahnya. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.7.0.) in /home/k2237428/dev.paramadina-pusad.or.id/wp-includes/functions.php on line 6131
Komentar di: “Hate Spin”: Kebencian Berbasis Agama dan Tantangannya bagi Demokrasi
https://www.dev.paramadina-pusad.or.id/hate-spin-kebencian-berbasis-agama-dan-tantangannya-bagi-demokrasi/
Pusat Studi Agama dan DemokrasiMon, 03 Sep 2018 02:45:30 +0000
hourly
1 https://wordpress.org/?v=6.9.1
Oleh: Sugia Mulyata
https://www.dev.paramadina-pusad.or.id/hate-spin-kebencian-berbasis-agama-dan-tantangannya-bagi-demokrasi/#comment-270
Sun, 14 May 2017 00:10:38 +0000http://www.paramadina-pusad.or.id/?p=17532#comment-270Kesetaraan adalah modal utama untuk menyatukan perbedaan, baik itu akidah atau pemikiran derivasinya. Hal yang paling utama dalan kesetaraan adalah bahwa jika kelompok mayoritas aqidah di Indonesia harus sudah benar-benar sadar dan memahami bahwa keberagaman dalam keyakinan harusnya sudah finish.
Bagimu agamamu, bagiku agamaku adalah satu konsep yang sudah baku dan paten jika digunakan untuk merjaut kebersamaan dalan sebuah komunitas yang plural.
Jika konsep tersebut tidak didifferentialkan menjadi aturan yang mengikat bagi mayoritas, maka pemahaman tentang bagimu agamamu dan bagiku agamaku hanya menjadi komat- kamit bumbu mantera saja.
Kelompok mayoritas harus ikhlas menerima keragaman dalam aqidah baik anatara yang se-aqidah tapi berbeda mazhab maupun dengan kelompok minoritas aqidah yang ada di Indonesia.
Menunjukan rasa ikhlas atas keragaman dalan aqidah yang terjadi di Indonesia merupakan daya tarik sendiri bagi kelompok minoritas untuk merasa dirinya merasa aman dan nyaman hidup ditengah-tengah mayoritas.
Ahlak itulah yang harus dimiliki oleh mayoritas bahwa mereka adalah sebuah kelompok yang mempunyai kedudukan yang tinggi disisi Tuhan jika mau menggunakan konsep yang ada disurat Al-Ikhkas.
]]>