Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the acf domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/k2237428/dev.paramadina-pusad.or.id/wp-includes/functions.php on line 6131
Notice: Fungsi _load_textdomain_just_in_time ditulis secara tidak benar. Pemuatan terjemahan untuk domain bridge dipicu terlalu dini. Ini biasanya merupakan indikator bahwa ada beberapa kode di plugin atau tema yang dieksekusi terlalu dini. Terjemahan harus dimuat pada tindakan init atau setelahnya. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.7.0.) in /home/k2237428/dev.paramadina-pusad.or.id/wp-includes/functions.php on line 6131
BEGIN:VCALENDAR
PRODID://WordPress//Event-Post-V5.9.2//EN
VERSION:2.0
BEGIN:VTIMEZONE
TZID:Asia/Jakarta
BEGIN:DAYLIGHT
TZOFFSETFROM:+0100
TZOFFSETTO:+0700
DTSTART:19700329T020000
RRULE:FREQ=YEARLY;BYDAY=-1SU;BYMONTH=3
END:DAYLIGHT
BEGIN:STANDARD
TZOFFSETFROM:+0700
TZOFFSETTO:+0100
TZNAME:CET
DTSTART:19701025T030000
RRULE:FREQ=YEARLY;BYDAY=-1SU;BYMONTH=10
END:STANDARD
END:VTIMEZONE
BEGIN:VEVENT
SUMMARY:Apa Gunanya Pangkalan Data FKUB?
UID:https://www.dev.paramadina-pusad.or.id/apa-gunanya-pangkalan-data-fkub/
LOCATION:
DTSTAMP:20211228
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20211228
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20220128
DESCRIPTION:Pemerintah sangat terbuka terhadap berbagai masukan dari masyarakat,
apalagi mendasarkan diri pada pangkalan data (database). Pangkalan Data
FKUB yang baru saja diluncurkan PUSAD Paramadina merupakan kontribusi
penting bagi pemerintah dalam mengevaluasi dan meningkatkan peran FKUB.
Pangkalan data FKUB juga bisa menjadi pendamping bagi religiousity index
yang sedang dikembangkan Kemenag.
Hal ini disampaikan Wibowo Prasetyo, Staf Khusus Kementerian Agama, dalam
Peluncuran Pangkalan Data FKUB, “Memperkuat Data, Memperkokoh
Kerukunan”, pada 28 Desember 2021. Kegiatan ini terselenggara atas
kerjasama PUSAD Paramadina dengan Puslitbang dan PKUB Kemenag. Peluncuran
data ini juga mendapat dukungan penuh dari Knowledge Sector Initiative
(KSI).
Kerukunan umat beragama, lanjut Wibowo, bukan hanya tanggung jawab
pemerintah tetapi juga tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
Melalui FKUB, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan komponen lain
terlibat aktif dalam menyemai dan memperkuat kerukunan umat beragama.
Kementerian Agama memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada PUSAD
(Pusat Studi Agama dan Demokrasi) Yayasan Wakaf Paramadina yang terus
konsisten menjaga kerukunan umat beragama. Terlebih pengumpulan data FKUB
ini melibatkan Balitbang (Badan Penelitian dan Pengembangan) dan PKUB
(Pusat Kerukunan Umat Beragama) Kemenag dalam proses pengumpulan dan
analisis data tersebut.
Dukungan pemerintah daerah terhadap FKUB selama ini tidak konsisten. Ada
daerah yang mendapat dukungan besar dari pemerintah daerah, ada juga FKUB
yang sama sekali tidak mendapat perhatian pemerintah daerah.
Temuan lainnya adalah kapasitas FKUB masih harus ditingkatkan kembali.
Mayoritas kepengurusan FKUB homogen atau dikuasai kelompok mayoritas.
Mendorong pengurus harian bervariasi latar belakang agama seyogyanya
menjadi agenda bersama untuk membangun kerukunan di Indonesia.
Selain itu, studi atas pangkalan data ini, yang dilengkapi dengan studi
pendalaman di beberapa lokasi, FKJUB terlampau sibuk mengurusi administrasi
syarat pendirian rumah ibadah. Bila ada masalah, FKUB tidak fikus pada
bagaimana mengurai masalahnya tetapi menarik-narik pada sejauh mana
terpenuhi syarat pendirian rumah ibadah atau tidak.
“Pangkalan Data FKUB ini merupakan kumpulan informasi mengenai FKUB,”
ungkap Ihsan Ali-Fauzi, direktur PUSAD Paramadina, dalam sambutan diskusi
ini. Menurutnya, FKUB merupakan salah satu ujung tombak kerukunan yang ada
di Kota/Kabupaten seluruh Indonesia. Jika FKUB lemah, maka kita perlu
mencari bagaimana cara memperkuatnya.
Adlin Sila juga mengapresiasi pangkalan data ini karena selama ini tidak
ada row data FKUB. Pemerintah, peneliti, akademisi, dan aktivis akan sangat
terbantu oleh row data FKUB tersebut. “Seringkali kita menilai FKUB tanpa
data. Misalnya, FKUB pasti menjadi pelaku intoleransi. Ini harus diuji data
yang valid,” ujarnya.
END:VEVENT
END:VCALENDAR