Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the acf domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/k2237428/dev.paramadina-pusad.or.id/wp-includes/functions.php on line 6131

Notice: Fungsi _load_textdomain_just_in_time ditulis secara tidak benar. Pemuatan terjemahan untuk domain bridge dipicu terlalu dini. Ini biasanya merupakan indikator bahwa ada beberapa kode di plugin atau tema yang dieksekusi terlalu dini. Terjemahan harus dimuat pada tindakan init atau setelahnya. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.7.0.) in /home/k2237428/dev.paramadina-pusad.or.id/wp-includes/functions.php on line 6131
PUSAD Paramadina | ARMC IAIN Gelar Workshop Pendidikan Multikulturalisme
 

ARMC IAIN Gelar Workshop Pendidikan Multikulturalisme

ARMC IAIN Gelar Workshop Pendidikan Multikulturalisme

Ambon – Ambon Reconciliation Mediantion Centre (ARMC) IAIN Ambon dibawah pimpinan Abidin Wakano, menggelar Workshop Pendidikan multikulturalalisme dan Bina damai dengan pendekatan pendidikan menghidupkan nilai.

Workshop pendidikan yang akan berlangsung selama satu berlangsung di Ballroom Aston Ambon, Senin (29/4) ini, merupakan kerjasama ARMC IAIN Ambon, The Asia Foundation dan Pusat Studi Agama dan Demokrasi (PUSAD) Yayasan Paramadina tersebut dilakukan di Ambon maupun dari Maluku Tengah (Malteng).

Rektor IAIN, Hasbollah Toisuta mengatakan workshop ini merupakan program IAIN melalui ARMC, yang mana merupakan pusat studi yang dibentuk IAIN yang fokusnya bergerak dibidang rekonsiliasi dan mediasi serta gerakan perdamaian.

“Ini sendiri program IAIN melalui ARMC. Yang pusat studi yang dibentuk IAIN fokusnya adalah dibidang rekonsiliasi, mediasi dan gerakan-gerakan perdamaianan. Target kita adalah para guru dari dua komunitas baik Islam maupun Kristen, karena para guru itu ujung tombak informasi kepada generasi muda khususnya siswa-siswa yang ada di sekolah,” jelas Toisuta.

Kegiatan ini pula lanjut Toisuta, guna minimaliris tanggung jawab melihat pendidikan, untuk itu pemerintah harus melihat hal ini karena masih adanya degradasi dalam masyarakat.

“Saya mencatat dengan program-program seperti ini digagas oleh IAIN melalui ARMC ini untuk mencairkan degradasi bisa terlaksana. Kita berharap ada sebuah police yang bisa diambil sehingga mengatasinya di dunia pendidikan. Saya kira ini PR yang perlu diselesaikan pemerintah. Memang beberapa sekolah sudah digagas untuk menjadi pencontohan itu seperti SMPNi 2, SMP Muhammadiyah dan mereka sudah berproses sehingga kami berharap tidak hanya berhenti sampai di situ. Siswa-siswa ini juga didorong untuk berbaur. Guru-guru juga seperti itu,” harap Toisuta.(S-27)

Sumber: Siwalima News.

PUSAD Paramadina
admin@paramadina-pusad.or.id