Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the acf domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/k2237428/dev.paramadina-pusad.or.id/wp-includes/functions.php on line 6131

Notice: Fungsi _load_textdomain_just_in_time ditulis secara tidak benar. Pemuatan terjemahan untuk domain bridge dipicu terlalu dini. Ini biasanya merupakan indikator bahwa ada beberapa kode di plugin atau tema yang dieksekusi terlalu dini. Terjemahan harus dimuat pada tindakan init atau setelahnya. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.7.0.) in /home/k2237428/dev.paramadina-pusad.or.id/wp-includes/functions.php on line 6131
PUSAD Paramadina | 40 Tahun Pembaharuan Islam: Sebuah Ungkapan dan Sekian Tantangan
 

40 Tahun Pembaharuan Islam: Sebuah Ungkapan dan Sekian Tantangan

40 Tahun Pembaharuan Islam: Sebuah Ungkapan dan Sekian Tantangan

Disampaikan sebagai orasi ilmiah dalam rangka memperingati  “40 Tahun Pembaharuan Islam di Indonesia”, pada Kamis, 7 Januari 2010, di Auditorium Nurcholish Madjid, kampus Universitas Paramadina, Jakarta.  Acara ini diselenggarakan oleh Yayasan Wakaf Paramadina.

Bukankah sebuah ironi sejarah telah terjadi ketika sesuatu hal yang sederhana saja bisa menyentak kesadaran?  Kisah sejarah tak jarang menyampaikan betapa sebuah kejadian yang sederhana dan bersahaja mencetuskan riak sosial-politik yang luar biasa, sedangkan kejadian lain yang tampaknya gegap gempita hanya berhenti pada dirinya tanpa meninggalkan kesan, jangankan dampak kesejarahan yang berarti.

Tetapi, memang, kalau dipikir-pikir, bukankah ironi selalu mengugah kesadaran?  Ironi adalah kasus ketika keharusan logika yang sederhana seakan-akan dibiarkan tak berfungsi.  Ironi seakan-akan mempertentangkan keharusan logika dengan realitas empiris.  Karena itu, bisalah dipahami kalau ironi sejarah adalah kasus ketika peristiwa masa lalu yang dikisahkan terasa sebagai sesuatu yang kini masih dilalui.  Sebuah pernyataan sederhana, bahkan ungkapan yang biasa saja, umpamanya, dapat menimbulkan kesan yang keras dalam struktur kesadaran masyarakat.  Seketika pernyataan itu menyebar, maka seketika itu pula sesuatu terjadi dalam kesadaran, bahkan tak pula jarang dalam corak perilaku masyarakat.  Sebaliknya, berapa banyak pidato panjang yang berapi-api atau perayaan kebesaran yang serba mewah, dan bahkan keributan sosial, atau entah bentuk kejadian apalagi, hanya berhenti pada dirinya saja.  Sekali terjadi, kemudian berlalu begitu saja.  Teringat mungkin, tetapi hanya sekadar tidak terlupakan karena sempat tercatat.  Maka jadilah kejadian itu sebagai bagian saja dari mata rantai peristiwa utama yang dikisahkan sejarah.

Download makalah lengkap

Irsyad Rafsadi
irsyad@paramadina-pusad.or.id